Wednesday, February 22, 2017

Menerapkan Gaya Shabby Chic di Rumah Ala Leatique.com

Salah satu menerapkan cirri khas dari penataan interior bergaya shabby chic adalah kehadiran furniture antic seperti credenza, vas bunga, frame kaca, kain atau benda-benda seni lainya. Biasanya furniture berbahan kayu akan dicat putih, lalu mulai di ampelas agar permukaannya tidak terlalu mengilap memberikan kesan vintage dan berumur.
Selain kayu material pabrik juga menjadi elemen utama dalam penataan interior ala shabby chic. Kain yang di gunakan adalah kain yang memiliki motif dan warna pastel. Umumnya bermotif frolar. Anda dapat mengaplikasikan material pada tempat tidur, meja makan, headboard, padded wall, hingga uoholstry kursi. Namun satu hal yang perlu diingat, gaya shabby chic tidak banyak mengeksplorasikan warna dan kontras yang tinggi, melainkan cenderung bermain pada ruang monokrom yang aman\. Berikut adalah elemen interior yang bisa anda tambahkan untuk mempertegas kesan shabby chic rumah anda.

a. Warna Pastel
Pilihan cat tembok berwarna pastel yang lembut seperti hijau mint, cream, dan putih gading. Warna-warna ini dapat di aplikasikan secara tidak merayta pada panel dinding maupun furniture pengisi ruangan, sehingga muncul kesan unfinished.
Berikut ini tips memilih padupadan warna untuk ruang shabby chic. Pilih warna utama seimbangkan dengan warna komplementennya, misalnya jika biru muda menjadi warna utama, harmonikan warna ruang dengan menambahkan abu-abu muda (broken grey) dan sedikit putih.anda dapat memberikan warna utama pada furniture kemudian berikan lapisan bertektur atau motip dengan warna komplementer diatasnya. Selain putih dan pastel, model pewarnaan usang, bleach out dan luntur pun sering diasosiasikan dengan shabby chic.

Pernak pernik warna pastel

b. Katun Bermotif
Salah satu elemen paling dominan dalam dalam interior shabby chic adalah kain bermotif floral. Pengaruh ini datanga dari Inggris, dimana banyak rumah yang menggunakan chintz, kain tenun katun bermotif floral, sebagai penutup shofa dan gogden. Saat ini, banyak sekali ditemui kain print dengan berbagai motif. Maka penggunaan kain pun meluas tidak hanya menjadi cushion dan gorden saja, namun juga bisa hadir sebagai saputangan di meja makan, pada padede wall, hingga pelapis kotak perhiasan.
kain warna pastel dan bermotif bunga

c. furniture putih
jika dinding, lantai dan aksesoris sudah menggunakan berbagai paduan warna pastel beragam, maka Aanda memerlukan aspek yang bisa membuat netral interior ini. Elemen paling domonan pada sebuah interior adalah furniture. Maka gunakan furnitur berwarna putih agar padanan warna tidak menjadi terlalu ramai. Anda bisa memulai untuk mencari credenza meletakannya di ujung ruangan keluarga.
furniture shabby chic

d. Aksesoris antik
Nuansa vintage adalah salah satu suasananya yang coba dibangun dalan dekorasi shabby chic. Maka dibutuhkan elemen-elemen pendukung seperti aksesoris dan pernak-pernik antic untuk memunculkan nuansa tersebut. Salah satu yang paling mudah adalah tea set bermotif frolar peninggalan nenek atau Anda bisa berburu aksesoris di jl. Surabaya, Jakarta, Pasar Triwindu, solo, atau ubud ataupun online shop di leatique.com
Menempatkan oldies items dalam ruangan tidak lantas membuat gaya shabby chic menjadi terlihat klasik. Justru gaya ini bisa memberikan suasana tersendiri yang membuat warna ruangan terlihat cerah. Misalnya berbagai macam frame unik untuk membingkai foto atau cermin.